Seorang Pelajar Tewas Di Bacok Kelkompok Geng, Sultan Yogyakarta Turunkan Jaga Warga - Rangkuman Berita Kriminal Dari Berbagai Media Terpercaya

Kamis, 21 Mei 2026

Seorang Pelajar Tewas Di Bacok Kelkompok Geng, Sultan Yogyakarta Turunkan Jaga Warga


Yogyakarta.  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X turut menanggapi fenomena aksi saling tantang antargeng pelajar hingga menyebabkan satu orang pelajar meninggal dunia akibat luka bacok di kawasan Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta. “Sekarang kan itu kita sedang melakukan identifikasi, karena selama ini kan predik tiap bulan kan tidak ada. Kita kan gak tahu persis,” ucap Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (21/5/2026). Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, perlu identifikasi lebih lanjut soal penyebab dari fenomena saling tantang geng.

“Apakah fakfor ekonomi, atau kenakalan biasa kita gak tahu kita coba identifikasi, yang dulu kan dilakukan jaga warga untuk menjaga keamanan,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X. Lanjut dia, Pemerintah DIY telah menerjunkan tim untuk identifikasi sekaligus melihat secara langsung bagaimana keadaan pelajar di lapangan. Namun, Sultan mengakui untuk identifikasi secara mendalam memang tidak mudah tidak hanya sekedar melibatkan Polisi tetapi juga perlu melibatkan lingkungan atau masyarakat.

“Tidak sekedar dengan polisi tapi dengan lingkungan, dan masyarakat. Atau memang seniornya kita gak tahu semua itu jangan sampai keliru,” ucapnya.

Tiga Geng Sekolah Pelaku Utama Sebelumnya, tiga anggota geng sekolah yang menjadi pelaku utama pembacokan terhadap seorang pelajar berinisial AA hingga meninggal dunia di kawasan Kotabaru, Kota Yogyakarta, akhirnya berhasil diringkus. Ketiganya sempat melarikan diri dan bersembunyi di sebuah rumah yang dijadikan tempat perlindungan atau safe house di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menyampaikan bahwa para pelaku pembacokan yang beraksi di kawasan Kridosono, Kotabaru, Kota Yogyakarta tersebut berhasil diamankan dalam operasi senyap pihak kepolisian. 

“Tadi subuh berhasil mengamankan tiga pelaku di Daerah Cilacap. Satu orang pelajar dua orang sudah dewasa,” ujar Kombes Pol Eva Guna Pandia, Rabu (20/5/2026). Eva Guna Pandia melanjutkan, ketiga pelaku yang ditangkap ini masing-masing berinisial LA, AF, dan MY. Dalam struktur organisasi kelompok mereka, ketiganya diketahui memiliki peran krusial sebagai eksekutor lini depan atau fighter pada salah satu geng sekolah di Yogyakarta. 

“Memang ini pelaku juga geng Vozter, korbanya juga dari Trah Gendheng. Tersangka kabur ke sana, korban dari Trah Gendheng,” katanya.

Rumah Persembunyian Jadi Markas Lintas Geng Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Rizki Adrian menambahkan, ketiga pelaku tersebut digerebek saat berada di dalam sebuah rumah di Cilacap.

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, warga di sekitar lokasi kejadian ternyata sudah lama mencurigai rumah ini sebagai tempat berkumpulnya kelompok geng motor, baik yang berasal dari Cilacap maupun dari Yogyakarta sendiri. 

“Sebelumnya di kasus Polres Bantul yang korbannya digilas, pelaku 8 orang juga sembunyi di situ. Itu beda geng, tapi punya ikatan solidaritas tinggi,” ucap Kompol Rizki Adrian.


*Source
Sumber Berita : Kompas
Link Sumber : https://yogyakarta.kompas.com/read/2026/05/21/193947878/pelajar-tewas-dibacok-geng-di-kridosono-sri-sultan-terjunkan-jaga-warga
Catatan : Judul Berita di Ubah agar tidak Mempengaruhi Sumber Asli Di Google
Informasi : Jika ada Pihak yang keberatan atas pemberitaan di atas silahkan hubungi kami 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda