Inilah 5 Filosofi Karakter Bu Tejo di Film Tilik yang Viral - Media Investigasi. Beberapa waktu yang lalu bahkan mungkin hingga saat ini, masyarakat Indonesia ramai memperbincangkan sebuah film pendek yang sedang viral. Aneka meme yang semuanya memasang foto Bu Tejo bermunculan di media sosial dengan aneka caption. Publik, terutama ibu-ibu dibuat ‘heboh’ dengan sosok Bu Tejo.
Karakter Bu Tejo dalam Film Tilik besutan Ravacana Films ini memang berhasil bikin gemas. Walaupun memang sebenarnya karakter yang dimunculkan adalah sebuah realitas masyarakat kita juga, terutama masyarakat di pedesaan. Film pendek Tilik dengan sangat apik menggambarkan tentang bagaimana pola komunikasi ibu-ibu dari kelas menengah ke bawah. Kebetulan settingnya adalah masyarakat di pinggir kota Yogyakarta.
Melek Informasi
Jadi perempuan itu harus melek informasi juga, banyak membaca atau tidak malas untuk mengikuti perkembangan terkini. Melek informasi tepatnya, agar tidak mudah ‘tertipu’. Apalagi berbagai macam informasi saat ini bertebaran. Kata Bu Tejo, “Makanya rajin-rajin baca berita di internet, dong!”
Jadi Perempuan Solutif
Ada salah satu dialog menarik dari film tersebut, saat para penjenguk Bu Lurah gagal ‘tilik’. Banyak yang menyalahkan Yu Ning karena tidak mencari informasi dahulu sebelum mereka berangkat ke rumah sakit bahwa Bu Lurah tidak bisa ditengok. Sikap Bu Tejo sangat solutif. Mengajak ibu-ibu yang kecewa tersebut untuk pergi ke pasar Beringharjo saja agar semuanya senang dan tidak sia-sia
perjalanan melelahkan mereka.
Benar, jadi perempuan itu memang harus solutif alias mempunyai banyak ide dan solusi dalam mengatasi masalah sehari-hari. Mengambil istilah dari sebuah judul buku terkenal “Jalan Lain ke Roma’ bahwa akan selalu ada jalan saat berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Betul?
Check and Recheck
Selalu chek and recheck sebelum menyebarkan informasi. Dari film viral ini kita jadi tahu bahwa semua informasi yang tidak jelas kebenarannya akan membuat kegaduhan dan menjadi fitnah. Bu Tejo dan Yu Ning jadi bertengkar kan gara-gara Yu Ning enggak mempercayai info dari Bu Tejo, yang memang infonya tentang Dian hanya berupa praduga saja. Meskipun pada akhirnya memang tuduhan Bu Tejo itu tidak sepenuhnya salah. Ternyata Dian memang sedang bermain api dengan Pak Lurah.
Tidak Semua Informasi di Internet Benar
Tidak semua informasi yang beredar di internet itu benar dan terpercaya. Saat ini banyak sekali hoax-hoax yang bertebaran di media sosial. Jadi memang harus benar-benar mencari berita penyeimbang lainnya, tidak menelan mentah-mentah dan langsung menyebarkannya. Banyak kepentingan yang bekerja di balik isu-isu yang beredar di masyarakat.
Semua Karakter Ada di Masyarakat
Pada dasarnya semua karakter ibu-ibu yang ada di film ini semua ada di masyarakat kita. Bu Tejo yang suka bergosip dan mulutnya pedas, Yu Ning yang selalu positive thinking, Yu Sam yang suka cari aman, dan Yu Tri yang hobi ngompori. Saat ini tidak hanya perempuan saja yang hobi bergosip dan nyinyir, laki-laki pun banyak juga yang bibirnya ‘lemes’ di media sosial. Atau orang-orang yang selalu mencari posisi aman saat terjadi konflik. Ya, kan?
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai sosok-sosok seperti mereka, meski mungkin dalam situasi dan kondisi yang berbeda sesuai dengan strata sosial. Akan tetapi, tetap ada orang-orang seperti sosok di atas, kan?
Ya, itulah filosofi dari beberapa karakter Bu Tejo yang viral dan dijadikan meme di mana-mana. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini. Bagaimana menurut kalian? (Red/MA)
